PPKB Minahasa Selatan Perkuat Program Percepatan Penurunan Stunting dengan Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Minsel, Kontrassulut.com – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Minahasa Selatan terus memacu program percepatan penurunan stunting dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten. Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., ke Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Dalam audiensi dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., Bupati Wongkar menegaskan komitmen Pemkab Minahasa Selatan untuk bersinergi dengan BKKBN dalam mencapai target penurunan stunting.

“Kami menyadari bahwa masalah stunting memerlukan penanganan yang serius dan terkoordinasi. Oleh karena itu, kami siap mendukung penuh program-program BKKBN di Minahasa Selatan,” ujar Wongkar.

Salah satu fokus utama dalam audiensi tersebut adalah pembahasan mengenai Perencanaan Peta Jalan Pembangunan Keluarga (PJPK) sebagai instrumen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. PJPK diharapkan dapat menjadi panduan dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Minahasa Selatan.

Bupati Wongkar juga menyampaikan apresiasi atas dukungan BKKBN selama ini, terutama melalui Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik. Dana tersebut sangat membantu dalam pelaksanaan berbagai program di lapangan, seperti pelayanan keluarga berencana, pendampingan keluarga berisiko stunting, dan penguatan Kampung KB.

“Kami berharap dukungan ini dapat terus berlanjut, bahkan ditingkatkan, agar kami dapat mencapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Minahasa Selatan, Frely Turangan, S.ST., menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai program inovatif untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Beberapa program tersebut antara lain Duta GenRe, penguatan Tim Pendamping Keluarga, Sekolah Lansia, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

“Kami juga aktif melakukan kegiatan KIE bagi remaja terkait kesehatan reproduksi, sebagai bagian dari upaya komprehensif pembangunan keluarga dan penurunan stunting,” jelasnya.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten dan program-program inovatif yang terus dikembangkan, BKKBN Minahasa Selatan optimis dapat mencapai target penurunan stunting dan menciptakan generasi penerus yang sehat dan berkualitas.

(PK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *