TOMOHON (KS) : Taman Kelong, destinasi wisata yang dulunya sepi, kini menjadi primadona baru di Kota Tomohon. Kedatangan 50 wisatawan asal Tiongkok untuk menikmati makan siang dan pemandangan indah menjadi bukti nyata pesona Taman Kelong yang semakin mendunia.
Sejak dikelola oleh General Manager Ronald Sumampow pada tahun 2024, Taman Kelong mengalami transformasi yang luar biasa. Dengan manajemen yang inovatif, jumlah pengunjung dan pendapatan Taman Kelong meningkat drastis. Jumlah pengunjung pun meningkat signifikan, dari 100-150 orang menjadi 600-1000 orang per hari, terutama di akhir pekan.
“Kami sangat senang dengan perkembangan positif ini. Kami terus berupaya meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan agar pengunjung semakin betah dan terkesan,” ujar Ronald Sumampow, Sabtu (02/05/2026).

Taman Kelong menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam dan fasilitas modern. Pemandangan yang memukau, dengan latar belakang Gunung Lokon yang megah, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain itu, Taman Kelong juga menyediakan berbagai spot foto menarik dan menu makanan lokal maupun internasional yang menggugah selera.
Tidak hanya itu, Taman Kelong juga tengah membangun hotel bintang lima dengan kapasitas 200 kamar yang ditargetkan selesai pada November 2026. Kehadiran hotel ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Kota Tomohon.
“Dengan adanya hotel, kami berharap wisatawan dapat tinggal lebih lama dan menikmati semua potensi wisata yang ada di Tomohon,” tambah Ronald.
Taman Kelong juga telah menjadi pilihan utama untuk berbagai kegiatan pemerintahan, seperti rapat dan perayaan. Hal ini menunjukkan bahwa Taman Kelong tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga fasilitas yang representatif untuk berbagai acara penting.

Keberhasilan Taman Kelong tidak hanya dirasakan oleh pengelola dan masyarakat sekitar, tetapi juga oleh Pemerintah Kota Tomohon. Taman Kelong menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar, yang digunakan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan segala potensi yang dimilikinya, Taman Kelong semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Utara, yang mampu menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
(PK)
