AMURANG (KS) : Dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran serta efisiensi operasional pelabuhan, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Labuan Uki menggelar kegiatan sosialisasi terkait fasilitasi pelabuhan Terminal Khusus (Tersus), Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), serta implementasi sistem Auto Gate atau portal otomatis di Pelabuhan Labuan Uki.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sutanraja Amurang, Kamis (5/2/2026), ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari instansi pemerintah maupun perusahaan swasta yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Labuan Uki.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KUPP Kelas III Labuan Uki, Edwin Maengkom, SE, dalam sambutannya menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan standar keselamatan pelayaran sekaligus mendorong efisiensi pelayanan kepelabuhanan.
“Keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama. Di sisi lain, efisiensi operasional pelabuhan sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait pentingnya keselamatan dan modernisasi sistem pelayanan,” ujar Edwin.
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Maikel Pajow, Amd dan Daud Kevin Sihombing, S.Tr.Pel, yang memaparkan materi terkait standar keselamatan pelayaran, prosedur operasional pelabuhan, serta mekanisme dan manfaat penerapan sistem Auto Gate. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Danpos AL Labuan Uki, Polairud Labuan Uki, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Bitung Wilker Labuan Uki, serta perwakilan dari berbagai perusahaan pengguna jasa pelabuhan.

Beberapa perusahaan yang hadir di antaranya PT Puramaya Sukses Makmur, PT Pelindo Jasa Maritim, PT Samudera Permata Mandiri, PT Conch North Sulawesi Cement, PT PLN PLTU Sulut I Binjeita, PT Mitra Cahaya Labuan Uki, PT Cahaya Maluku Lestari, PT Pelayaran Tujuh Tunas Satu Samudera, PT TKBM Labuan Uki, hingga sejumlah perusahaan pelayaran dan logistik lainnya.
Salah satu poin utama dalam kegiatan ini adalah rencana implementasi sistem Auto Gate, yang diharapkan mampu meningkatkan keamanan, mempercepat arus keluar-masuk kendaraan dan barang, serta meminimalisir potensi kecurangan. Melalui sistem ini, seluruh kendaraan yang masuk dan keluar pelabuhan akan terdata secara otomatis dengan teknologi identifikasi.
“Kami optimistis penerapan Auto Gate akan meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing Pelabuhan Labuan Uki,” tambah Edwin.
Melalui sosialisasi ini, KUPP Kelas III Labuan Uki berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung penerapan sistem Auto Gate sekaligus berperan aktif dalam mewujudkan keselamatan pelayaran dan pelayanan pelabuhan yang modern, aman, dan profesional.
(PK)
