Minsel (KS) — Sebuah gebrakan besar tengah dilakukan di Desa Boyong Pante Dua, saat pemerintah desa setempat dengan penuh semangat mengumumkan pengembangan konsep ekowisata yang inovatif. Fokus utama dari proyek ambisius ini adalah memadukan keindahan alam mangrove yang mempesona dengan pengalaman memancing yang tak terlupakan, serta sentuhan edukasi yang akan memberikan nilai tambah bagi setiap pengunjung yang datang.
Kepala Desa Boyong Pante Dua, Patris Kandati, dengan antusias menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mengangkat perekonomian masyarakat sekaligus mempromosikan potensi pariwisata desa ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kami ingin Desa Boyong Pante Dua menjadi destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan wawasan dan pengalaman berharga bagi para wisatawan,” ujarnya saat diwawancarai oleh awak media.
Konsep ekowisata yang diusung oleh Desa Boyong Pante Dua tidak hanya sekadar menampilkan pesona alam yang luar biasa, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk belajar tentang ekosistem mangrove yang unik dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Wisatawan dapat menjelajahi hutan mangrove yang rimbun, mengamati berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di dalamnya, serta memahami peran penting mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Tidak hanya itu, para penggemar memancing juga akan dimanjakan dengan adanya fasilitas dan spot memancing yang menarik di sekitar desa. Mereka dapat menikmati sensasi memancing di tengah keindahan alam yang masih alami, sambil berinteraksi dengan masyarakat lokal yang ramah dan bersahabat.

Lebih lanjut, Patris mengungkapkan bahwa pengembangan ekowisata ini juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Para pembudidaya perikanan akan memiliki kesempatan untuk menjual hasil laut mereka langsung kepada wisatawan, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Selain itu, akan tercipta lapangan kerja baru di sektor pariwisata, seperti pemandu wisata, pengelola akomodasi, dan penyedia layanan lainnya.
“Kami telah memulai pembangunan tempat wisata pohon mangrove sejak Januari 2026, dan kami berharap ini akan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Mereka dapat ikut serta dalam menanam pohon mangrove sebagai langkah nyata dalam melestarikan alam,” jelas Patris.
Ia juga menambahkan bahwa penanaman mangrove memiliki banyak manfaat, seperti melindungi pantai dari abrasi, mengurangi erosi, melindungi masyarakat dari bencana alam seperti tsunami, serta menjaga keanekaragaman hayati.
“Pemerintah desa juga berkomitmen untuk menjaga kualitas air dan mengurangi efek rumah kaca melalui penanaman mangrove. Mangrove dapat menyaring polutan dan sedimen yang masuk ke laut, serta menyerap karbon dioksida dari atmosfer,” kata Patris.
Dengan penuh keyakinan, Patris menegaskan bahwa pengembangan ekowisata ini akan memberikan manfaat ganda bagi semua pihak.
“Pengunjung dapat menikmati keindahan alam dan belajar tentang lingkungan, sementara masyarakat setempat dapat meningkatkan perekonomian mereka. Kami berharap Desa Boyong Pante Dua dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi wisata alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah desa optimis bahwa dengan sentuhan inovasi dan kerja keras, Desa Boyong Pante Dua akan menjadi destinasi wisata yang populer dan dikenal luas, serta memberikan kontribusi positif bagi pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat. Rencananya, peresmian desa wisata ini akan dilakukan bersamaan dengan perayaan ulang tahun desa, sebagai momentum untuk memulai babak baru dalam sejarah Desa Boyong Pante Dua.
(PK)
