Minsel, (KS) – Kabar gembira datang dari Minahasa Selatan! Sanggar Seni Budaya (SSB) Mawolay Poopo Raya resmi menyandang predikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, DR. Fadly Zon MSc, pada peresmian Museum Kebudayaan Sulawesi Utara, Jumat, 22 Mei 2026.

Bupati Minahasa Selatan, Bpk. Franky D. Wongkar, SH, dengan bangga menerima penghargaan tersebut bersama perwakilan Sanggar Seni Budaya Mawolay Poopo Raya, yang diketuai oleh Bpk. Bill Werung, SE, dan Sekretaris Bpk. Tommy Lumintang. SSB Mawolay Poopo Raya menjadi satu-satunya budaya di Minahasa Selatan yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2025.
Penetapan Mawolay sebagai Warisan Budaya Takbenda ini sebenarnya telah dilakukan sejak 9 Oktober 2025 di Jakarta. Namun, penyerahan sertifikat baru dapat dilaksanakan pada tahun 2026 ini.

Dalam acara penyerahan sertifikat WBTB tersebut, pengurus Sanggar Seni Budaya Mawolay Poopo Raya juga memperkenalkan empat motif BATIK MAWOLAY yang indah. Sebagai bentuk apresiasi, cenderamata BATIK MAWOLAY diberikan kepada sejumlah tokoh penting, antara lain:
- Menteri Kebudayaan RI
- Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan
- Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan
- Direktur Bina SDM dan Pranata Kementerian Kebudayaan
- Direktur Film, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan
- Gubernur Sulawesi Utara
Menurut Ketua Sanggar Seni Budaya Mawolay Poopo Raya, Bpk. Bill Werung, SE, pencapaian ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi seluruh anggota sanggar, serta dukungan dari para tokoh adat dan tokoh masyarakat.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa budaya Minahasa Selatan memiliki nilai yang tinggi dan patut dilestarikan. Kami berharap, dengan ditetapkannya Mawolay sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, kesenian ini akan semakin dikenal dan dicintai oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.” ujar Bill Werung.

Sanggar Seni Budaya Mawolay Poopo Raya berharap, penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan melestarikan budaya Minahasa Selatan. Mereka juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.
(Fanly)
